Ini Alasan Ali Sakti Dukung Jokowi Dalam Pilpres 2019

Portalentebe.com - Paslon Independent Ali-Sakti menggelar kampanye dialogis di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur. Dalam kesempatan ini, Calon Wakil Gubernur NTB, TGH Lalu Gede Sakti menegaskan, bahwa warga Nahdlatul Wathan (NW) mendukung Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. 

“Warga NW tetap mendukung dan memilih Jokowi. Apalagi, dia satu-satunya presiden yang menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada Maulana Syaikh,” tegas TGH Lalu Gede Wirasakti di hadapan jamaahnya.

Alasan mendukung Jokowi, kata cucu tertua Maulana Syaikh ini, Jokowi adalah Capres yang berasal dari rakyat yang sederhana, peduli terhadap rakyat kecil, tidak suka diskriminasi dan lainnya. Disamping itu juga, Jokowi disebutnya peduli dan melakukan pemerataan pembangunan di seluruh nusantara.

Meski sebelumnya di NTB pada umumnya dimenangkan Prabowo sambung Sakti, pada Pemilu akan datang akan berjuang membalik suara memenangkan Jokowi. Ia yakin, Jokowi akan mendulang suara di NTB.

“Saat Hultah NWDI nanti, akan kita deklarasikan kembali Jokowi,” tegasnya.

Lebih jauh Sakti mengungkapkan, sekarang media televisi mau pun cetak sedang membicarakan Pilpres. Masyarakat NTB, lebih baik mendukung Jokowi yang sudah lama dan jelas mendukung rakyat dan mendukung pembangunan NTB. Bisa dilihat bukti nyata Jokowi, meski kalah telak di NTB, namun perhatiannya terhadap NTB tidak sama sekali kendor. Jokowi diklaimnya tetap membangun NTB.

“Visi dan misi kami Ali Sakti, sama dengan program Nawacita Jokowi,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya berharap masyarakat NTB, khususnya jamaah NW, untuk tetap kompak dan bersatu, bagaimana memenangkan Jokowi dalam Pilpres nanti. Termasuk memenangkan paket Ali Sakti dalam Pilkada 27 Juni mendatang.

Di tempat yang sama, Gede Wirasakti mengatakan, zaman sekarang ini zamannya bersatu, jangan sampai terpecah belah karena nafsu. Boleh ada perbedaan pendapat, tapi harus tetap bersatu karena itu lebih baik. Tidak mungkin NTB akan damai, maju tanpa sebuah persatuan.

“Boleh kita berpecah belah, yang penting saat memilih pemimpin harus bersatu dengan memilih Ali Sakti,” kata Gede Sakti.

Memilih pemimpin lanjut Sakti, tidak boleh menggunakan nafsu. Jika memilih karena nafsu, akan menghasilkan pemimpin yang tida baik pula. Baginya, apa pun pekerjaan jika diawali dengan hati yang penuh kasih sayang, tanpa dilumuri nafsu, maka dengan rasa sayang itu akan menjadi menang, kuat dan menjadi semangat hidup membangun daerah ini.

“Saya baru pulang dari Sumbawa. Masyarakat Sumbawa kepada saya mengatakan, lebih yakin Ali Sakti akan menang. Mereka tidak yakin dengan Cagub yang berasal dari pulau Sumbawa sendiri. Apakah masyarakat Lombok Timur tidak malu, kalau masyarakat Sumbawa sendiri mendukung Ali Sakti,” ujarnya.

Sebagai cucu tertua maulana Syaikh, dia mengaku sudah menjadi kewajibannya merangkul semua keturunan maulana Syaikh, mau pun warga NW. Semua ditegaskannya akan dirangkul sehingga bisa bersatu padu. Karena itu, dia mengajak warga NW kompak, karena sangat percuma pecah hanya karena nafsu semata.

“Masih ada waktu 3 bulan memenangkan Ali sakti,” tegasnya.

Cagub NTB, H Moch Ali Bin Dachlan menambahkan, banyak calon yang datang ke Kecamatan Pringgasela. Malah ia tahu ke desa mana saja para calon ini datang ke Pringgasela. Menurutnya, boleh tiga Pasangan Calon (Paslon) tersebut datang kampanye ke Pringgasela untuk memperkenalkan diri, karena mereka adalah orang luar Lotim.

“Kalau kami tidak perlu memperkenalkan diri,” kata Ali BD.

Masyarakat Pringgasela kata Ali BD yang khas dengan kacamata ribennya ini, masyarakat Pringgasela adalah masyarakat pintar. Tradisi masyarakat Pirnggasela yang selalu berdialog dengan sopan santun harus dipertahankan.

“Warga Pringgasela tidak bisa dipengaruhi karena sudah punya sikap sendiri. Dari itu, tidak perlu Ali Sakti datang mempengaruhi masyarakat disini. Karena sudah pintar semua menentukan pilihan,”ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah penduduk Lotim mencapai 1,3 juta jiwa. Tingginya penduduk daerah ini, membuat tiga calon lainnya menyerang Lotim. Meski dibombardir calon lain, ia meminta masyarakat Lotim menjaga hak suaranya yang banyak. Kalau saja 600 ribu lebih KTP yang dipakai KPU hanya 325 ribu KTP yang bersumber dari Lotim 180 ribu, masing-masing satu keluarga 4 suara. Maka hasilnya untuk Lotim Ali Sakti akan memperoleh 720 ribu suara. Belum lagi diwilayah Lombok Tengah, Lombok Barat dan Pulau Sumbawa.

“Kalau suara itu dijaga baik, maka tidak akan ada jalan bagi calon lain. Kecuali, ada orang dalam yang bermain,”ketusnya.

Lebih jauh diungkapkan Ali, pembangunan semesta secara terencana harus dilakukan. Salah satunya memberikan perhatian besar pada semua aspek ekonomi masyarakat. Satu contoh tenun Pringgasela, menjadi kewajiban pemerintah bagaimana membantu para pengerajin tenun yang ada di Daerah ini. Sehingga, bisa memproduksi dalam jumlah banyak dan kualitas yang bagus.

“Kalau ada calon menjanjikan akan menjadikan tenun menjadi pakaian dinas semua ASN, itu bagus ya. Tapi kalau tidak diwujudkan, sayang sekali itu,”terangnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat Pringgasela. Beberapa pertanyaan yang dijawabnya, berkaitan dengan pembangunan Rumah Sakit Islam Kita (RSIK) yang dikritisi Dewan, pembangunan infrastruktur jalan, dan nasib guru honor yang diambil alih Provinsi.

“Untuk pendidikan, segala upaya akan kita tempuh untuk meningkatkan pendidikan NTB. Rp 60 miliar akan kita salurkan untuk membiayai 500 orang mulai dari S1 sampai S3 setiap tahun. Kita setiap tahun, juga akan membiayai 100 orang dokter spesialis,” pungkas Ali BD. (Dee)
Komentari