Ada Upaya ‘Kudeta’ Oknum Tertentu

Portalentebe.com - Ada upaya ‘kudeta’ kepemimpinan baru Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB yang ditunjuk resmi dalam rapat resmi pemerintah provinsi NTB. 

Rapat resmi yang dihadiri Sekda NTB, Rosyadi Sayuti, Kepala Dinas Pariwisata NTB, L. Moh Faozal dan sembilan keterwakilan calon komisioner BPPD NTB yang baru pekan lalu memutuskan Faozan Zakaria ditunjuk sebagai ketua BPPD NTB yang baru. 

Di luar rapat resmi yang sudah digelar, muncul lagi rapat diluar rapat resmi yang sudah ada. Anehnya, dalam rapat resmi yang digelar pemerintah daerah NTB, tidak ada komentar atau penolakan dari Sembilan wakil asosiasi, akademisi, profesi dan perwakilan media. 

Karena itu Sekda Rosyadi Sayuti menilai rapat itu sudah sah. Muara dari rapat yang digelar di Rumah Langko itu adalah penandatanganan berita acara yang dilakukan tiga hari kemudian. Uniknya, sejumlah calon komisioner BPPD NTB ini menolak menandatatangani. Penolakan itu konon dilakukan karena sejumlah oknum calon komisioner ini tidak sepakat dengan penunjukan Faozan Zakaria sebagai Ketua BPPD NTB yang baru. 

Disinilah awal munculnya dualisme kepemimpinan BPPD NTB. “Ada yang tidak fair dari kawan-kawan calon komisioner BPPD NTB yang hadir di rumah Langko. Jika tidak setuju seharusnya mereka memberikan komentarnya di dalam rapat resmi. Kenapa harus menggelar rapat di luar rapat resmi. Ini sama saja dengan melakukan upaya ‘kudeta’. Hasil rapat jelas, daftar hadir ditandatangani. Lalu kenapa menggelar rapat ulang?,” tanya Faozan Zakaria, heran.

Munculnya rapat diluar rapat resmi ini, lanjut Faozan Zakaria, membuat suasana gaduh di kalangan pelaku pariwisata. Waktu kita sudah banyak terbuang dengan urusan begini ini. Seharusnya bagaimana kita bersatu, berikhtiar menjadikan pariwisata NTB ini lebih baik ke depan. Otak-otak berisi ide cemerlang ini seharusnya kita satukan untuk menjadikan pariwisata NTB lebih baik. Bukan gontok-gontokan begini. “Kan kita bisa ambil keputusan bersama kalau soal program promosi. Ini namanya kerja tim,” imbuh Faozan Zakaria. 

Atas ‘kisruh’ yang terjadi, Sekda NTB Rosyadi Sayuti, menegaskan akan melakukan kajian lagi terhadap calon komisioner BPPD NTB periode mendatang. Menurut Rosyadi, carut marut pelaku pariwisata ini hanya akan menghabiskan waktu dan energy. Jika benar ingin memberikan kontribusi terbaik untuk pariwisata NTB, seharusnya tidak dengan cara begini. (sn)
Komentari