07 Februari 2018

“Perkosa” Nasabah Untuk Rampas Motor, Smart Finance Di Laporkan

“Perkosa” Nasabah Untuk Rampas Motor, Smart Finance Dilaporkan
Portalentebe.com - Perusahaan pembiayaan kredit Smart Finance di laporkan nasabahnya ke Polda NTB dan OJK Perwakilan NTB. Laporan tersebut di tempuh lantaran Smart Finance di anggap merampas kendaraan pribadi yang di duga menggunakan modus pemaksaan di sertai penganiayaan.

“Saya langsung ke Polda NTB, dan pagi ini ke OJK dengan harapan permasalahan ini bisa di selesaikan,” ujar Nasabah Smart Finance, Amrin pada Selasa (6/2/2018).

Amrin menyampaikan, berawal dari di rampasnya sepeda motor Scoopy bernomor DR 3752 CM yang menjadi agunan di Smart Finance.

Sepeda motor yang di kendarai Bahri Ramdani (adik nasabah Amrin) di cegat oleh empat debt collector di Jalan Bung Karno Mataram pada Senin (5/2). Empat debt collector ini memaksa adiknya untuk ikut ke kantor Smart Finance.

Setelah sampai di kantor tersebut, debt collector ini menginterogasi Bahri Ramdani. Kali ini, para tukang tagih kembali melakukan pemaksaan agar menyerahkan STNK beserta kunci motor scoopy. 

Parahnya dalam melakukan pemaksaan, debt collector tersebut bukan hanya menggunakan bahasa verbal semata, melainkan di sertai dengan melakukan penamparan di pipi Bahri Ramdani untuk menakut-nakuti.

“Tiba-tiba di hadang oleh empat orang. Dia (debt collector) suruh saya ikut mereka dengan memaksa. Sampai di kantor mereka, saya di suruh masuk di paksa tanda tangan berkas yang saya tidak paham. Saya terus di paksa dan di ancam. Dengan ketakutan saya tanda tangani saja. setelah tanda tangan saya keluar di paksa menyerahkan STNK dan kunci motor. saya di kelilingi oleh empat orang dan satu orang menampar pipi saya dan saya dibentak-bentak,” ujar Arin meniru ucapan Bahri Ramdani.

Amrin mengaku jika dirinya yang menjadi nasabah Smart Finance. Dalam akad, untuk pembayaran itu di lakukan dengan cara jemput bola. Hanya saja pada angsuran ke 15 tidak ada petugas yang mengambil setoran.

“Yang menjadi nasabah saya bukan adik, cara setoran di ambil langsung ke rumah, empat belas kali angsuran berjalan, setoran di ambil langsung oleh petugas Smart Finance bernama Rizal, namun pada saat setoran ke 15, petugas Smart Finance tidak datang ke tempat saya,” sesal Amrin.

Atas persoalan tersebut, Amrin beserta Bahri Ramdani mengadukan ke Polda NTB dan OJK Perwakilan NTB. Amrin berharap para pelaku bisa di tindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pengaduan dan pelaporan ini kami sampaikan dengan harapan para pelaku di tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.” Ujar Amrin. 

Sementara itu saat hendak di konfirmasi awak media, pihak Smart Finance menolak di mintai keterangan dengan alasan wartawan tidak memiliki izin darinya. (Dee)

About Author

Admin portalentebe
Admin portalentebe

Author & Editor

Gerbang Informasi Dari NTB.