01 Februari 2018

Jelang Pilkada Serentak, KPP NTB Bakal Bedah Buku Fiqih Demokrasi

Jelang Pilkada Serentak, KPP NTB Bakal Bedah Buku Fiqih Demokrasi
Portalentebe.com - Komunitas Partisipasi Publik Nusa Tenggara Barat (KPP NTB) bakal menggelar bedah buku Fiqih Demokrasi karya Rapung Samuddin LC MA dalam rangka menyambut pesta demokrasi Pilkada Serentak di NTB.

"Bedah buku Fiqih Demokrasi karya Rapung Samuddin LC MA akan digelar jelang pilkada serentak di NTB," kata Syamsul Hadi SPd, Ketua KPP NTB di Mataram. 

Buku seukuran 14.5x21 cm dengan tebal 446 halaman yang diterbitkan oleh Gozian Press Jakarta pusat ini direncanakan akan di bedah akhir Februari 2018 di beberapa pesantren yang ada di pulau Lombok. 

Buku Fiqih Demokrasi yang banyak membahas seputar islam dan politik sesungguhnya bukanlah hal yang baru. Imam Mawardi misalnya menulis Al Ahkam Al Sulthobiyah yang mana buku tersebut menjadi buku politik legendaris yang jadi rujukan dari masa kontemporer. 

Selain itu kata mantan Pimred Buletin Bergerak di Kampus IKIP Mataram ini muncul kitab khilafah walmulk karangan Allamah Syeihk Abul A'la Al Maududi seorang pemikir islam Pakistan. 

Diantara bahasa yang di soroti Maududi maupun para Ulama lain yang hidup se zaman maupun sesudahnya adalah demokrasi. 

Demokrasi yang paling dekat saat ini adalah Pilkada serentak yang mana tingkat partisipasi publik dalam memilih lebih cenderung menurun mengingat bahwa masyarakat merasa tidak ada manfaat secara langsung bagi kehidupan nyata bagi mereka. 

Hal ini juga mungkin akibat dari maraknya korupsi dan atau mungkin juga money politik hingga pada akhirnya kampanye hitam. 

Tentu ini semua membuat masyarakat pemilih kebingungan sehingga menolak demokrasi bisa secara situasional maupun secara ekstrim yakni tega mengharamkan demokrasi. 

Keberadaan KPP di tengah geliat kondisi tersebut adalah untuk mengajak serta mendorong bersama kepada masyarakat luas, khususnya di kalangan pesantren yang notabene memiliki jama'ah dengan tingkat militansi yang kuat terhadap tokoh pesantren. 

"jika ini sudah memiliki satu persepsi yang sama maka otomatis tingkat partisipasi publik terhadap pemilu akan meningkat dan inilah menjadi harapan bersama terutama para penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu tentu bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik," ujarnya. (*)

About Author

Admin portalentebe
Admin portalentebe

Author & Editor

Gerbang Informasi Dari NTB.