10 Januari 2018

Tinggi Kasus TKI Lari, Apjati NTB Sarankan PJTKI berasuransi

Tinggi Kasus TKI Lari, Apjati NTB Sarankan PJTKI berasuransi
Portalentebe.com - Tingginya Kasus TKI yang lari atau kabur saat penempatan kerja di luar negeri membuat Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di NTB di himbau untuk berasuransi.

Himbauan ini di sampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia Nusa Tenggara Barat (APJATI NTB) H. Muhammadun di Mataram.

Muhammadun menyebutkan angka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lari saat penempatan di luar negeri seperti di Malayasia itu mencapai 1600 orang dari 20 ribu orang jumlah pengiriman pada tahun 2017.

Tingginya angka tersebut, menurut Muhammadun di picu oleh berbagai faktor seperti TKI tidak betah atau kontrak kerja tidak sesuai dengan di lapangan. Akibat dari lari atau kaburnya TKI, membuat PJTKI menderita kerugian. 

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi resiko terjadinya kerugian, Muhammadun menghimbau kepada anggota APJATI NTB untuk berasuransi.

“Ada MoU sebelum job order, bilamana majikan sudah memberikan pinjaman atau subsidi begitu nyampai TKI nya lari maka otomatis semuanya itu tanggung jawab PJTKI, maka dengan itu PJTKI punya solusi ada partner kerja seperti asuransi ini, rata-rata yang lari 3 sampai 8 persen,” ujar Muhammadun.  

Sementara itu perusahaan asuransi non pemerintah PT. United Insurance Services menawarkan asuransi bagi PJTKI dengan premi $25 per TKI atau sebesar Rp. 350 Ribu per orang dengan jumlah klaim $1500 atau sekitar Rp. 19,5 juta.

“Cover asuransi ini untuk melindungi PJTKI, mengisi formulir terus bayar premi sebelum pemberangkatan, klaim asuransi yang kami tanggung 1500 dollar,” ujar Direktur Asuransi United Insuransce Services, Ramali Affandi.

Asuransi bagi PJTKI di NTB akan disepakati dalam perjanjian polis atau kerjasama. Jangka waktu polis mencapai 40 hari terhitung mulai pemberangkatan TKI. 

Karena sifatnya terpisah dengan asuransi pemerintah berupa BPJS, maka pertanggungan yang di cover itu di luar kematian, sakit dan hamil. Misalnya lari atau di usir oleh majikan.

“Bedanya dengan BPJS itu melindungi cover seperti meninggal, unfit sama hamil, sementara kalau kita mengcover di luar itu, mudah-mudahan bisa membantu teman-teman penyalur jasa mengurangi kerugian,” pungkas Ramali Affandi. (Dee)

About Author

Admin portalentebe
Admin portalentebe

Author & Editor

Gerbang Informasi Dari NTB.