26 Januari 2018

KPP NTB Ajak Pesantren Pahami Sistem Demokrasi

Portalentebe.com - Komunitas Partisipasi Publik (KPP) Lombok ajak pesantren terlibat aktif setiap momen demokrasi baik berupa pemilu maupun pemilukada.

Hal ini disampaikan ketua KPP, Syamsul Hadi, S.Pd dalam pengantarnya di seminar santri bertema Memahami Sistem Demokrasi Sebagai Sistem Yang Sah Di Indonesia Kalangan Pesantren di Ponpes Al Mansuriah Bonder Lombok Tengah pada Kamis (25/01/2018).

Pesantren lanjut Syamsul harus menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi demi keutuhan NKRI. Karena santri baginya memiliki kontribusi besar terhadap kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu santri sebagai generasi millenial selaku pengisi ruang-ruang kemerdekaan.

Dia menambahkan, tak bisa dipungkiri bahwa di NTB khususnya di Lombok saat ini sudah ada kelompok dan pesantren yang mulai menolak demokrasi dengan alasan thoghut.

"Mereka itu menolak demokrasi dan mengusung khilafah, negara bersyariah dan sejenisnya yang sangat mengacam persatuan kebangsaan Indonesia" jelas Alumni Fisika IKIP Mataram ini.

Sementara Drs. TGH. Achmad Taqiuddin Mansur, M.Pdi Pengasuh Ponpes Al Mansyuriah sekaligus sebagai Ketua PWNU NTB dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem demokrasi harus di akui bersama. Lebih-lebih di tahun 2018 ini ada pilkada. kita sebagai rakyat harus menggunakan hak pilihnya.

"Memilih itu keliatan sederhana tapi kalau salah pilih, akibatnya yang dirasakan" jelasnya.

Oleh karena itu bagi tokoh NU NTB ini di pemilihan juga perlu bertanya agar pilihannya tidak keliru.

"Dan yang terpeting dalam memilih jangan karena ada sesuatu. misalnya saja hanya karena ada bak mi, sabun apa lagi uang kemudian memilih" katanya. Hal itu jangan sampai terjadi di santri. Tambahnya.

Lalu Sopan Tirta Kusuma dari Team Bawaslu NTB selaku narasumber mengajak semua peserta bersiap menghadapi pilkada. Semua peserta yang hadir harus terdaftar dan jika belum terdaftar. 

Di akhir acara Ust. Mujitahid menanyakan kepada peserta apakah menerima sistem demokrasi? secara serentak menjawab menerima.

"Alhamdulillah berarti Komunitas partisipasi Publik berhasil pada seminar ini" katanya.

Di akhir acara juga di bagi buku secara geratis karya Rapung Samuddin, LC, MA dengan judul Fiqih Demokrasi, menguak kekeliruan pandangan haramnya umat terlibat pemilu pemilu dan politik. (*)

About Author

Admin portalentebe
Admin portalentebe

Author & Editor

Gerbang Informasi Dari NTB.