28 Oktober 2017

Izin Peredaran Tramadol Harus Dibekukan

Izin Peredaran Tramadol Harus Dibekukan
Portalentebe.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H Nur Rachmat, mengusulkan agar pemerintah membekukan izin peredaran tramadol, sehingga tidak dipalsukan dan disalahgunakan.

“Berdasarkan hasil kajian BPOM, Tramadol yang beredar dan disalahgunakan saat ini adalah tradamol ilegal yang dipalsukan sehingga jelas melanggar hukum,” katanya di Mataram, Jumat.

Peredaran tramadol ilegal sudah jelas menyalahi hukum dan harus diberantas agar tidak merusak generasi penerus bangsa.

Sementara tramadol yang legal, katanya sudah pasti aman, karena ada apoteker dan dikeluarkan sesuai resep dokter.

Akan tetapi, lanjutnya, apabila pemerintah ingin memberantas peredaran tramadol ilegal, maka tramadol legal harus dibekukan dan diganti dengan jenis lain.

“Kalau tramadol legal tetap beredar maka oknum yang tidak bertanggungjawab akan tetap memalsukan untuk kepentingan mereka,” katanya.

Dikatakan, kasus tramadol sama dengan kasus peredaran ilegal desktrometorfan dan carisoprodol, dimana untuk menghentikan penyalahgunaan obat keras tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan menarik dan membekukan izin edar obat tersebut.

“Harap kami, kebijakan itu juga bisa diterapkan pada kasus tramadol ilegal sebab dampak buruknya terhadap masyarakat lebih besar,” sebutnya.

Kendati demikian, Nur Rachmat mengakui upaya penarikan dan pembekuan izin edar tramadol tersebut merupakan upaya jangka pendek.

Sementara untuk penanganan jangka panjang yakni terkait dengan penindakan terhadap masyarakat yang aktif menjual obat-obat ilegal menjadi ranah Kasat Narkoba.

“Silakan dikonfirmasi ke Kasat Narkoba karena dalam hal ini kami bagi-bagi tugas,” kata Kepala BNNK Mataram menyarankan.

Kasat Narkoba Polres Mataram AKP Prayit Harianto, SH yang dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan, pihaknya aktif melakukan kegiatan yang sifatnya memotong mata rantai obat-obatan ilegal ini.

Pemotongan mata rantai peredaran tramadol ini dinilai efektif untuk menghentikan peredaran tradamadol, apalagi pelaku yang berhasil ditangkap belum lama ini merupakan distributornya.

“Belum lama ini, kami sudah berhasil mengamankan 25 ribu butir pil tramadol yang akan diedarkan di daerah ini,” katanya.

Dalam upaya memutus mataa rantai peredaran tramadol dan narkoba, pihaknya bekerja sama dengan agen pengiriman barang bahkan sudah ada nota kesepahaman.

“Namun sejauh ini, kami baru berhasil memutus mata rantai dari angen pengiriman JNE, dimana dalam tiga bulan terakhir sudah ada tiga kasus,” sebut Priyanto yang ditemui di sela peresmian posko terpadu P4GN Lingkungan Karang Bagu, Mataram.

Sumber : Lombokita

About Author

Admin portalentebe
Admin portalentebe

Author & Editor

Gerbang Informasi Dari NTB.

0 komentar:

Posting Komentar