ROBIATUL ADAWIYAH KUNJUNGI PONPES NURUL IMAN KATENG

Portalentebe.com-Anggota DPD RI, daerah pemilihan NTB HJ. Robiatul Adawiyah turun gunung melakukan penyerapan aspirasi masyarakat NTB. Kunjungan kerja ini berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Iman Kateng, kecamatan Praya Barat Lombok Tengah Kamis (7/1).

Diterima pengurus yayasan setempat Lalu Mukhsin dan sejumlah wali murid, anggota DPD ini mengaku sangat bangga bisa berkunjung dan silaturrahmi di lingkungan Pondok Pesantren.

Pengurus Yayasan Nurul Iman, Lalu Mukhsin mengajak semua anggota DPD Dapil NTB, agar lebih memperhatikan lembaga pendidikan swasta terutama Pondok Pesantren sebab sejauh ini lembaga swasta sangat dilihat sebelah mata oleh pemerintah. "Bantuan untuk pesantren swasta sangat kecil dibandingkan dengan sekolah negeri," katanya.

Akibat kurang meratanya bantuan antara sekolah swasta dibandingkan dengan sekolah negeri ini, para wali murid terpaksa mengeluarkan uang iuran sukarela hanya untuk pembangunan.

Menanggapi semua usulan warga,  Robiatul Adawiyah, mengaku akan meneruskan sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat melalui komisi terkait yakni Komisi II, walau persoalan yang banyak diusulkan oleh warga bukan bagian dari komisi yang ditangani. "Saya akan tindak lanjuti usulan ini kepada kawan-kawan DPD yang membidangi bidang yang bersangkutan, " katanya.

Robiatul Adawiyah mengaku pihaknya saat ini membidangi komisi I yang salah satu bidang yang ditangani persoalan tanah, sangat prihatin dengan banyaknya kasus sengketa tanah yang sering muncul di beberapa media masa nasional yang terjadi di wilayah NTB. Persoalan tanah ini sering menyebabkan perselisihan antara masyarakat dengan masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah. "Tidak jarang kasus tanah menjadi pemicu perkelahian bahkan menyebabkan kematian." terangnya.

Pihaknya mengaku sering sekali mendapatkan masukan terkait persoalan tanah yang muncul di NTB, sehingga dia menyarankan kepada warga masyarakat agar tetap waspada dalam melakukan pengurusan surat kepemilikan tanah maupun transaksi persoalan tanah agar jangan merugi. "Jangan sekali- kali masyarakat tergiur dengan sejumlah tawaran menggiurkan yang bisa merugikan warga," tegasnya. (ls/Red)
Komentari