PMII MATARAM DESAK APARAT SELAMATKAN APBD NTB

PMII MATARAM SAAT MENYERAHKAN DATA TEMUAN KE KEKAJTI NTB
Portalentebe.com-Sejumlah massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram pada Kamis (31/12) berunjukrasa ke Kejaksaan Tinggi NTB dan Mapolda NTB. Unjukrasa dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, agar aparat segera bertindak untuk menyelamatkan APBD NTB.

Massa PMII Kota Mataram mendatangi Kejati NTB dan Mapolda NTB dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan massa membagikan selebaran aspirasi kepada pengendara yang melintas. Setelah sampai di depan Kejati, PMII Kota Mataram berorasi secara bergantian.

Dalam orasinya, Ketua PC PMII Kota Mataram, Aziz Kalamby menyampaikan berbagai persoalan seputar APBD NTB tahun 2015 diantaranya terkait aliran bansos di Kabupaten Lombok Utara yang diduga menggunakan SK bodong.

Berdasarkan data yang dimiliki, Aziz membeberkan bahwa Plt. Bupati Kabupaten Lombok Utara diduga melakukan kebijakan fiktif terkait bansos Rumah Tidak Layak Huni sebesar Rp. 10.373.500.000. Dugaan kebijakan fiktif ini diketahui setelah ditemukan SK dengan nomor dan tanggal yang sama namun memiliki lampiran berbeda. Dari temuan tersebut, mahasiswa ingin persoalan itu diusut tuntas oleh aparat. PMII Kota Mataram tidak ingin melihat APBD NTB disalahgunakan.

Tak lama berorasi, pihak Kejati NTB mempersilahkan perwakilan massa untuk berdialog. Dalam dialog, kembali perwakilan massa menyampaikan orasi serupa. Massa menekankan agar Kejati NTB bekerja serius mengusut tuntas dugaan kasus tersebut, bahkan massa mendesak agar pengusutan tidak memakan waktu lebih dari sepuluh (10) hari.

Sementara itu dari Kejati NTB menyampaikan terima kasih kasih karena PMII Kota Mataram sudah menyampaikan aspirasi. Kejati NTB berjanji akan menangani temuan tersebut dengan serius. Namun demikian,Kejati membutuhkan waktu untuk melakukan tindaklanjut seperti mensinkronkan data temuan mahasiswa dengan data pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Diakhir dialog perwakilan massa menyerahkan lampiran data temuan kepada Kejati NTB. Setelah penyerahan data temuan kelar, massa akhirnya melanjutkan aksi serupa kedepan Mapolda NTB. (Dee/Red)
Komentari