Logo BPPD NTB

hasil survey pemilukada ntb satu putaran

Diposkan oleh Label: di

temu wartawan hasil survey pemilukada ntb satu putaran
MATARAM-Riset Konsultan Citra Indonesia (KCI)-Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menemukan sebanyak 67 % masyarakat NTB, menginginkan pemilukada13 Mei nanti hanya berlangsung satu kali putaran, dan 5 % masyarakat yang menginginkan pemilukada berlangsung dua putaran. 

Demikian disampaikan Peneliti LSI, Adjie Alfaraby saat temu wartawan di Mataram. Disebutkanya, Riset ini berbentuk survey perilaku pemilih dengan metodologi yang telah menjadi standar LSI, yaitu metode multi stage random sampling yang merupakan gabungan metode cluster random sampling dan stratified random sampling. 

Responden dipilih secara acak dan diwawancarai dengan tatap muka. Total responden sebanyak 440 mewakili semua kabupaten di NTB. Waktu survey ini pada tanggal 29 April sampai 3 Mei 2013.

Dikatakanya, publik yang setuju pemilukada satu putaran merata di semua segmen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan yang tinggal di pedesaan maupun di perkotaan, yang berusia muda hingga lanjut, berpendidikan rendah hingga pendidikan tinggi, dan dari ekonomi bawah hingga menengah atas serta pemilih parpol maupun pemilih kandidat pasangan cagub. “Semuanya setuju pemilukada NTB satu putaran,” kata Adjie.

Dikatakan pula, pemilih responden laki-laki lebih tinggi tingkat persetujuan pemilukada satu putaran dibanding perempuan. Yang berpendidikan tinggi lebih banyak yang setuju satu putaran dibanding responden yang berpendidikan rendah. Begitu pula yang berpenghasilan tinggi banyak yang setuju pemilukada satu putaran dibanding yang berpenghasilan rendah. “68, 20 % laki-laki setuju satu putaran. 65,90 % perempuan yang setuju satu putaran. Laki-laki lebih cenderung peduli dengan masalah politik dibanding perempuan,” beber Adjie.

Dari segmen pendidikan, mereka yang berpendidikan SD kebawah sebanyak 64,10 % yang setuju satu putaran. Yang berpendidikan SMA ke bawah, sebanyak 63,60% setuju satu putaran, dan pendidikan tinggi minimal pernah kuliah, sebanyak 72,70% setuju satu putaran hanya 9,10% yang setuju pemilukada dua putaran. “Yang berpendidikan tinggi lebih banyak setuju karena segmen masyarakat ini lebih rasional dalam mengambil keputusan. Mereka lebih cenderung mempertimbangkan banyak faktor dalam memberi penilaian terhadap isu publik,” terangnya.

Sedang dari segmen ekonomi, mereka yang berstatus ekonomi bawah, sebanyak 68,50% setuju satu putaran, ekonomi menengah, 67,10% dan ekonomi menengah ke atas 75,20%.

Jika publik NTB berkehendak pemilukada hanya berlangsung satu putaran, lalu siapakah kandidat yang dipersepsikan menang dalam satu putaran pemilukada. Dalam survey yang dilakukan kepada 440 responden di sepuluh kabupaten kota se-NTB, sebanyak 41,60% publik menjawab pasangan TGB-Amin yang akan menang jika pemilukada berlangsung satu putaran. Sebanyak 16,70% publik menyatakan pasangan Zul-Ichsan yang menang dalam satu putaran dan sebanyak 11,40% responden publik menyatakan pasangan HARUM menang satu putaran. Sementara 1,20% responden menyatakan SJP-Johan menang dalam satu putaran. 

Lalu mengapa publik menginginkan pemilukada NTB hanya berlangsung satu putaran. Ada tiga alasan mendasar, yang pertama yaitu soal penghematan anggaran. Alasan pertama ini direspon oleh 42,40% publik. Publik memahami bahwa pelaksanaan pemilukada menggunakan anggaran pemerintah yang begitu besar. Publik lebih setuju jika anggaran ini digunakan untuk kebutuhan mendasar masyarakat misalnya pendidikan dan kesehatan. Jika pemilukada NTB berlangsung dua putaran maka anggaran yang akan dihabiskan sekitar Rp 30-40 miliar.

Kedua pemerintah lebih cepat urus rakyat daripada berlama-lama dalam tahapan pemilukada, ini direspon sedikitnya 17,50%. Sudah menjadi kesadaran publik bahwa pelaksanaan pemilukada akan mengurangi perhatian dan pelayanan pemerintah terhadap kebutuhan rakyat. Karena fokus pemerintah akan terbagi antara pemilukada dan pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintah. Karenanya jika pelaksanaan satu putaran pemerintah dapat kembali fokus melayani masyarakat. 

Dan ketiga konflik elite karena pemilukada lebih cepat mereda, ini disetujui sedikitnya 5% publik. Persaingan antara kandidat dalam pemilukada seringkali terjawantahkan dalam bentuk pertentangan atau konflik horizontal antara tokoh maupun pendukung. Masyarakat menginginkan satu putaran agar konflik ini cepat reda dan terjadai resolusi antara elite maupun pendukung.

Diakhir penjelasan, LSI berjanji akan menyampaikan prediksi siapa calon yang akan menang nanti. “Sekarang petugas masih di lapangan dan nanti tanggal 9 Mei akan kami sampaikan prediksi LSI siapa yang keluar sebagai pemenang dalam pemilukada NTB,” janji Adjie. (Hadi)
GENERAL CONTRACTOR
Poskan Komentar

Back to Top