Logo BPPD NTB

warga kediri mulai diserang demam berdarah

Diposkan oleh Label: di

nyamuk
MATARAM-Terindikasinya penyakit DBD menyerang anak-anak usia sekolah di wilayah Kediri, Lombok Barat (Lobar) dalam lima hari belakangan ini, jadi kado HUT ke-55 kabupaten ini. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Lobar, Lukman Muchtar yang ditemui di hotel Lombok Garden, Senin (15/4).

Pernyataan Wakil ketua DPRD Lobar ini seharusnya menjadi bahan evaluasi sejumlah instansi terkait, khususnya dinas kesehatan setempat. Lukman menjelaskan seharusnya sejak pergantian musim hujan ke musim kemarau sudah diantisipasi menyebarnya nyamuk aedes aegypti dengan sosialisasi dan tindakan fogging.  “Ngga bisa ada isitilah harus menunggu laporan masyarakat tentang DBD, seharusnya dinas terkait sudah mengetahuinya. Tidak perlu tunggu laporan,” tegas Lukman.

Soal anggaran, Lukman malah mempersalahkan eksekutif yang kurang jeli memahami situasi yang terjadi di masyarakat. Dari dulu daerah endemik DBD sudah diketahui mengapa harus menunggu. “Jangan ulang kesalahan yang sama, berarti tidak ada guna evaluasi setiap tahun LPJ eksekutif memberikan data yang bagus-bagus tetapi fakta di lapangan tidak demikian,” singgungnya.

Menanggapi keluhan masyarakat setempat soal prosedur permintaan fogging yang berbelit dan ada dana yang dipatok sekali fooging sebesar Rp 75 ribu, Lukman sangat prihatin. “Tindakan petugas tersebut harus segera di antisipasi. Puskesmas harus diberikan masukan supaya tidak berlaku demikian karena pengadaan obat fogging tersebut pasti sudah dianggarkan. Mengapa harus membebankan masyarakat,” tekan pimpinan fraksi PBB Lobar ini.

Jika memang anggaran tidak mencukupi untuk kebutuhan dinas terkait, dewan sudah mengganggarkan dana darurat. Dana inilah harus diambil untuk mencegah menyebarnya nyamuk demam berdarah. Malah dalam pembahasan anggaran dewan telah menyetujui dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk tanggap darurat. “Segera sampaikan jika dana terbatas, khan ada dana tanggap darurat, manfaatkan dana tersebut karena DBD juga termasuk dalam bencana yang harus segera ditangani,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan wakil rakyat lainnya, Sharul maliki,  dari partai PKPI. Pihaknya malah merasa sangat prihatin jika pembangunan yang diidamkan untuk kesejahteraan rakyat malah membuat sengsara karena berbelitnya birokrasi penanganan DBD. Sebagai anggota dewan yang adalah mitra eksekutif, pihaknya menyayangkan dinas terkait, SKPD dan leading sektor lainnya jangan mengganggap DBD adalah hal yang lumrah dan dijadikan proyek. Seharusnya eksekutif segera menanggapi dan menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat. Koordinasi antar instansi itu membuat mereka tahu langkah apa yang segera diambil. “Contohnya DBD ini, gigitan nyamuk ini akan menjadi sebuah bencana jika dalam memeriahkan HUT Lobar jadinya tercoreng. Banyak kebanggaan yang diutarakan akan tidak berarti jika satu titik persolan ini menjadi buah bibir,” tegas Maliki.

Soal sejumlah oknum petugas yang meminta bayaran kepada masyarakat, Maliki mengatakan, seharusnya petugas tersebut melalui puskesmas atau dikes mengetahui ada dana buat pencegahan penyakit DBD. “Dana sudah ada di dinas, kami yang menyetujuinya. Jika kurang atau sudah terpakai semuanya, khan ada anggaran tanggap darurat. Pake dulu nanti disampaikan kepada dewan. itu mekanisme dana tanggap darurat. Kalau tunggu koordinasi ke dewan kapan penanggulangannya. Bisa-bisa terlambat,” ungkapnya.

Persoalan DBD ini terkuak setelah salah satu pasien Irfan Afandi (12) warga Dusun Pelowok Timur, Desa Kediri induk divonis menderita DBD dan kini sedang dirawat intensif di RSUP NTB. Irfan sudah dirawat sejak enam hari lalu. Menurut salah satu warga setempat, Sahid kepada wartawan, mengaku kemungkinan masih banyak korban DBD yang belum diketahui warga. Karena dalam seminggu ini tidak sedikit pasien yang berobat ke puskesmas Kediri. “Yang sudah diketahui baru satu, tapi saya yakin masih banyak kalau nyamuknya tidak segera di basmi. Setiap tahun disini selalu begitu tapi tidak ada fogging selama pergantian musim,” keluh Sahid yang dikonfirmasi via handphone.(Tim)
GENERAL CONTRACTOR
Poskan Komentar

Back to Top