header ayodya lombok header rangga taxi lombok header bidari hotel dan spa lombok header hotel arca lombok header hotel alengka Gem Pearls Lombok

DUA 'DOSA' BESAR TGB, PKS OGAH DUKUNG LAGI

By: admin -
bakal calon gubernur ntb, suryadi jaya purnama
MATARAM-Teka-teki Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak mendukung pasangan TGB-Amin terjawab sudah. Ada dua 'dosa' besar TGB, yang dijadikan alasan PKS sehingga menyatakan 'ogah' mendukung pasangan TGB-Amin.

Unek-unek PKS ini terkuak dalam diskusi obrolan bareng cagub-cawagub di sekretariat M.16, Jalan Sriwijaya 16 Kamis malam (21/2). Unek-unek PKS ini sekaligus menjadi jawaban atas teka-teki, kenapa PKS mengajukan calon sendiri, Suryadi Jaya Purnama-Johan Rosihan (SJP-Johan).

Bermula dari pertanyaan audien, Muaini, yang mencium adanya pecah kongsi antara PKS-TGB (sapaan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi). "PKS tidak lagi berkoalisi dengan TGB sepertinya ada agenda tersembunyi yang tidak bisa diselesaikan TGB," tanya Muaini.

SJP yang diundang Koordinator Diskusi M.16, Bambang Mei F, lantas menjawab blak-blakan. Menurut SJP, dari sekian banyak 'dosa' (kesalahan, red) TGB dengan PKS, ada dua poin yang dinilai PKS sangat krusial. Pertama soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tidak kunjung beranjak. Kedua, TGB dinilai gagal menyatukan NW Anjani dan NW Pancor. Atas dua 'dosa' besar ini, TGB dinilai gagal menjalankan program PKS yang tertuang dalam kontrak politik antara PKS dan TGB.

PKS berhasil menghantar TGB menjadi gubernur NTB setelah diusung PKS pada pemilukada 2008 silam. Partai berlambang padi kapas ini, menyatakan siap meloloskan TGB duduki kursi NTB 1 saat itu jika sanggup menjalankan program yang diusulkan PKS. Dan program itu tertuang dalam kontrak politik yang ditandatangani kedua belah pihak.

Dalam perjalanannya, menurut Suryadi, TGB gagal membuat NTB menjadi lebih baik melalui program-program yang dibuat PKS. "Salah satunya IPM NTB. Kami sudah memberi batas hingga ring 15 atau 25. Buktinya IPM kita tetap rendah, padahal ini gampang. Tinggal tangani serius orang-orang miskin dan libatkan orang-orang kaya jadi orang tua asuh mereka. Beri kebutuhan dan alat kerja. Insya Allah ekonomi mereka bisa berubah," beber Suryadi panjang lebar.

Kesalahan TGB lainnya, gubernur termuda ini gagal mengkonsolidasikan ummat. Permintaan PKS dalam kontrak politiknya menyatukan dualisme ummat Nahdlatul Wathan (NW). Antara NW Anjani dan NW Pancor. "Empat tahun lebih, TGB tidak bisa menyelesaikan dualisme ummat NW ini. Bagaimana dengan ummat yang lain?," terang Suryadi.

TGB terjebak di dua persoalan itu. Bagi Suryadi masih banyak isi kontrak politik dengan PKS yang tidak dilakukan TGB. Alasan inilah yang menjadikan PKS 'ogah' mendukung pasangan TGB-Amin di pemilukada NTB Mei mendatang. PKS lebih memilih calon dari internal partainya agar lebih mudah menjalankan program-programnya untuk kemajuan NTB ke depan. " Kami bisa lebih konsentrasi dengan program yang menjadikan NTB lebih baik. Tanpa harus diskriminatif antar dan inter kelompok tertentu," pungkas Suryadi. (Mik)
GENERAL CONTRACTOR

3komentar :

  1. ya pada masa-masa seperti sekarang ini semuanya menjadi 'DOSA'. Pertanyaannya kenapa Anda membiarkan TGB melakukan 'dosa besar' itu jika memang anda tau dia tidak menjalankan kontrak politik, apakah anda tidak bisa menuntut TGB untuk menjalankan kontrak politiknya. Bukankah saling mengingatkan dalam kebaikan itu wajib? Semua sama saja hanya intrik kepentingan... asyik gak asyik politik

    BalasHapus
  2. jujur saja sebenarnya SJP sangat ingin maju di Pemilukada NTB gak usah nyalahin orang hanya akan menambah dosa... koalisi dengan partai lain gak mau... maunya jadi orang nomor satu saja..

    BalasHapus
  3. menjadi pemimpin itu harus lebih mengutamaan ummat, bukan untuk merebut kekuasaan, dan harus dengan cara islami, bukan menghalalkan segala cara, memfitnah dan menggibah itu dosa besar, jadi hati-hati, dunia akhirat kan jadi beban, TGB gak pernah menjelek-jelekkan PKS SJP, jadi tidak selayaknya partai yang mengaku islam berbuat tidak islami, jangan coreng agama islam dengan partai yang anda kendarai.

    BalasHapus