Logo BPPD NTB

TOLAK OUTSOURCING, SERIKAT PEKERJA DEMO PLN

Diposkan oleh Label: di
aksi di dpn pt pln ntb
MATARAM-Ratusan massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) mendatangi PT. PLN Wilayah NTB, menuntut penghapusan pekerja outsourching. Massa aksi juga menolak undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Massa mendatangi PLN Wilayah NTB dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor. Massa aksi juga membawa atribut aksi bernada mengecam PLN karena dinilai tidak berpihak ke pekerjanya. Massa aksi mendesak dihapuskan pekerja outsourcing. Massa aksi menilai sistem kerja ini tidak mampu mensejahterakan karyawan.

Ridwan, pekerja senior di PLN mengaku cukup jenuh dengan cara kerja di PLN. Ridwan mengaku beberapa kali dipindah ke subkontraktor PLN tanpa memperoleh uang pesangon.

Karyawan yang sudah bekerja hampir 35 tahun ini sampai saat ini hanya memperoleh upah Rp. 1,5 juta per bulan. "Sungguh ini tidak mampu membuat kami sejahtera. Saya ini sudah senior pak," ujarnya.

Aksi SPN ini mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian. Meski sempat memanas, pihak PLN akhirnya bersedia menemui perwakilan massa aksi untuk berdialog.

Manager SDM dan KHA PLN NTB, M. Zahidi, memaparkan, perihal tuntutan karyawan yang menolak. Perihal pekerja outsourcing, menurut Zahidi, sudah disampaikan ke PLN pusat. Pihaknya hanya menunggu keputusan PLN pusat perihal diterima atau ditolaknya tuntutan pekerja.

"Soal pemotongan untuk BPJS itu kami sudah panggil pihak yang memotong. Kami juga sudah meminta untuk mengembalikan," terang Zahidi.

Setelah berdialog, massa aksi mengaku belum puas karena tidak menemukan solusi. Massa aksi berjanji mengadu ke wakil rakyat, dan mendesak membahas secara intens untuk menemukan solusi terbaik bagi pekerja. (Mik)
GENERAL CONTRACTOR
Poskan Komentar

Back to Top