tgb diragukan, survey bukan gambaran akhir pilkada

Diterbitkan oleh: -
diskusi adu kuat peta dukungan pemilih calon gubernur ntb
MATARAM-Prediksi kalangan pengamat politik NTB, peluang calon gubernur incumbent menang pilkada Mei tahun depan masih diragukan. Tuan Guru Bajang (TGB), sapaan Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi, dari hasil survey dinyatakan unggul dari calon-calon lain. Namun hasil survey dinilai kalangan politikus dan pengamat bukan gambaran akhir pilkada nanti.

Ada yang menarik dari diskusi 'Kamisan' di sekretariat komunitas M.16. Topik diskusi kali ini, "Adu kuat peta dukungan pemilih calon gubernur NTB di pemilukada 2013" terdengar menarik perhatian bakal calon gubernur NTB. Sayangnya, bakal calon (balon) gubernur yang sudah menyatakan diri akan maju di pemilukada nanti berhalangan hadir. Hanya bakal calon gubernur dari independen, Lalu Ranggalawe, yang 'berani' menghadiri acara diskusi kamisan ini.

Hadir juga utusan balon gubernur H. Zulkifli Muhadly, Ihsan, politisi Saiful Muslim, Lalu Fahrurrozi dan tokoh agama, H. Abdul Latif.

Diskusi ini menjadi menarik ketika, utusan pendukung dan partai pengusung balon gubernur saling klaim massa pendukung. Mereka juga mengutarakan optimisme masing-masing pendukung akan keluar menjadi pemenang di pilkada nanti. Politisi, Saiful Muslim, memotivasi bakal calon dari mana dan siapa saja boleh maju sebagai orang nomer 1 di NTB. "Pemimpin tidak harus dari masyarakat Sasak, semua memiliki kemungkinan untuk dipilih dan menang di pilkada nanti," ujar Saiful Muslim.

Hendaknya, lanjut Saiful Muslim, bakal calon dari pulau Sumbawa, tidak perlu ragu untuk maju karena merasa tidak punya basis massa di Lombok. Balon gubernur kali ini masih malu-malu untuk mendeklarasikan diri, baru berupa baliho saja yang dipasang. "Saya bukan tidak suka kepada Bajang, tapi kalau ada yang lebih baik kenapa tidak," ujar Saiful Muslim ragu.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lalu Fahrurrozi, mengatakan untuk mengukur elektabilitas dan dukungan warga terhadap balon gubernur kerap kali dilakukan melalui survey. Hasil survey, beberapa lembaga survey TGB diunggulkan dengan perolehan suara kemenangan 40 persen. "Survey adalah termometer untuk mengukur elektabilitas politik calon tertentu, namun bukan gambaran akhir hasil pemilukada," jelas Fahrurrozi.

Ide dan jaringan, lanjutnya, lebih penting untuk mencapai kemenangan. Dengan mesin politik bekerja efektif pada detik-detik akhir bisa berhasil. Percaya atau tidak, kemenangan ditentukan oleh ide kreatif sebagai sebuah gerakan dan kerja keras mesin partai.

Sedikit berbeda dari pandangan kalangan politisi, tokoh agama Abdul Latif, lebih memandang pemimpin yang akan memperoleh dukungan besar adalah pemimpin yang memiliki perspektif kepemimpinan agama. "Kemaslahatan ini bisa membawa kita melangkah bisa hidup bernegara dan berbangsa secara lebih baik," ujarnya.

Dalam pandangan Abdul Latif, pemimpin itu hendaknya memiliki 4 syarat. Jika tidak menurutnya, tidak layak dijadikan pemimpin. Empat syarat pemimpin yang dimaksud adalah; pertama, aspiratif.  Kebijakan lahir dari aspirasi masyarakatnya, harus realistis apa yang diinginkan pemimpin harusnya mampu merealisaikan keinginan  masyarakat. Kedua, dia adalah orang yang ahli.  Serahkan urusan dalam hal memimpin orang banyak pada ahlinya. Jika bukan ahlinya urusan kepemimpinan itu akan hancur.

Ketiga, yang lebih tua. Umur rata-rata untuk memimpin mereka yang berusia di atas 40 tahun. Pasalnya stabilitas temperatur jiwanya baik, bukan karena keturunan, kekayaannya atau yang lainnya. Keempat, orang yang kita kenal yaitu mereka yang memiliki rekam jejak baik dan pekerja keras. "Jika dalam keluarganya saja gagal menjadi pemimpin bagaimana mau memimpin orang banyak," tambah Abdul Latif.

Sementara itu, balon independen, Lalu Ranggalawe, kembali menyatakan dirinya siap maju 'bertarung' di pilkada NTB nanti. Sampai detik ini, hanya Ranggalawe yang sudah menentukan calon wakil gubernurnya, Abdul Muchlis. Secara mental dan administrasi Ranggalawe sudah menyatakan diri siap mendaftar tanggal 10 Desember bulan depan. (Mik)
GENERAL CONTRACTOR

2komentar :

  1. Ayo kita dukung yang muda berpengalaman dan tanpa masalah... Coblos TOPAT nya SJP-Johan

    BalasHapus
  2. SJP belum punya pengalaman, dan punya banyak masalah, lasiyyama ma'a Allah, taubat dulu baru kita coblos, terlalu banyak memfitnah dan menggibah, dosa vertikal maupun horizontalnya numpuk, itu dia masalahnya, ego dan nafsunya belum bisa dikendalikan, pemahamannya tentang konsep politik islami juga belum ada, masih terlalu dini tuk jadi pemimpin, pemimpin itu khodimul ummah, bukan tuk merebut kekuasaan, apalgi dengan menghalalkan segala cara, butuh waktu 15 tahun tuk belajar tentang islam, pemimpin islam, itu pun harus fokus, insya Allah 15 tahun lagi bisa lolos jadi bupati Lombok Timur atau camat Aikmel...

    BalasHapus