header ayodya lombok header rangga taxi lombok header bidari hotel dan spa lombok header hotel arca lombok header hotel alengka Gem Pearls Lombok

tahun 2012,angka kematian ibu dan bayi turun

By: admin -
MATARAM-Menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-48 pada 12 November 2012 mendatang, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat kado menggembirakan. Pasalnya, tercatat angka kematian ibu dan bayi di tahun 2012 ini menurun drastis mencapai lebih dari 50 persen. Hal ini membuat pemerintah daerah setempat semakin optimis program gerakan Angka Kematian Ibu Nol (AKINO) dan Bayi Sakit Nol (BASNO) bisa tercapai.

"Dari 1.318 kasus kematian bayi di tahun 2011 menurun menjadi 635 kasus hingga Juni 2012. Sementara dari 130 kasus kematian ibu di tahun 2011 juga turun menjadi 48 kasus hingga Juni 2012," ungkap Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. Moch. Ismail. Menurutnya, di bidang perbaikan gizi NTB mengalami kemajuan. Laporan kasus gizi buruk juga mengalami penurunan dari 1.092 kasus (tahun 2011) menjadi 507 kasus (Juli 2012).

"Trend perbaikan derajat kesehatan diatas memberikan harapan optimis bahwa target RPJMD provinsi NTB tahun 2013 serta MDGs 2015 akan dapat tercapai," tandasnya.

Ismail juga mengatakan, jumlah maupun penyebaran tenaga kesehatan strategis tidak ada persoalan secara kuantitas. Dari 1.105 desa/ kelurahan (data kesehatan) yang ad saat ini, terdapat 1.487 bidan di desa atau 138 persen. "Artinya terdapat lebih dari satu tenaga bidan di setiap desa," paparnya.

Namun yang perlu mendapat perhatian, lanjutnya, adalah kualitas bidan. Dari 1.487 bidan desa tersebut hanya 12,7 % yang pernah dilatih penanganan kegawat-darurat obstetric neonatal dan 27,9 % yang pernah dilatih Asuhan Persalinan Normal (APN). "Untuk tenaga dokter umum di puskesmas dan spesialis di RSU dinilai cukup memadai," tambahnya. Masalah sarana, dari seluruh desa yang ada, terdapat 575 desa yang memiliki Pos Kesehatan Desa/ Poskesdes (52%), diantaranya 73 % memiliki peralatan lengkap.

Sementara itu, dari 154 puskesmas yang ada, 49 puskesmas dinyatakan mampu menangani masalah kegawat-daruratan obstetric neonatal. "Karena itu, perlu ada upaya intensif dari kabupaten/ kota serta pihak lain seperti swasta untuk membantu pemenuhan sarana prasarana kesehatan tersebut," harapnya.

Ismail menambahkan, tahun 2011 lalu, persentase keluarga berperilaku hidup bersih dan sehat sebanyak 30,5 %. Ada 25,6 % keluarga di NTB yang belum menggunakan sanitasi yang layak (jamban). Sebanyak 12 % ibu-ibu hamil belum bersalin (melahirkan) di tenaga kesehatan. "Perlu upaya lebih keras untuk merubahnya, dan ini tidak semata-mata oleh jajaran kesehatan," tegasnya.

Dalam rangka HKN tahun 2012 ini, dikatakan Ismail, pihaknya akan meluncurkan satu terobosan untuk mengatasi masalah gizi di seluruh NTB, yakni Gerakan Nasional (Gernas) Sadar Gizi. Akan difokuskan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode sejak hamil (9 bulan 10 hari atau 280 hari) sampai anak berusia 2 tahun (24 bulan atau 720 hari). "Di NTB, implementasi Gernas ini akan dilaksanakan sejumlah kegiatan. Antara lain: kampanye 1000 HPK, pelaksanaan perbaikan gizi berbasis desa, bulan timbang, dll. Kegiatan ini akan dikoordinir oleh Gugus Tugas Gernas Sadar Gizi provinsi NTB," paparnya. Disamping itu, rangkaian kegiatan peringatan HKN Ke-48 secara serentak akan diselenggarakan di pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota yang disesuaikan dengan potensi masing-masing.(Lan).
GENERAL CONTRACTOR

0 komentar "tahun 2012,angka kematian ibu dan bayi turun", Baca atau Masukkan Komentar

Poskan Komentar