RUTE BALI-LOMBOK RAWAN PENYELUNDUPAN

Diterbitkan oleh: -
LOMBOK UTARA_Penyeberangan Kapal Cepat (Fast Boat) rute Bali - Lombok yang selama ini melayani jasa angkutan wisatawan dan pengiriman barang, disinyalir telah lama menjadi media peredaran Narkoba dan penyelundupan berbagai produk Pasar Gelap (Black Market) seperti, barang elektronik dan sejenisnya. Bahkan Modal Transportasi murah dan cepat yang menghubungkan pulau Bali dengan kawasan wisata Tiga Gili, Lombok Utara itu juga diduga menjadi jalur masuk yang aman bagi Imigran Gelap untuk lebih mudah transit kewilayah NTB. Pasalnya seluruh aktivitas penyeberangan dari Benoa, Amed dan beberapa pelabuhan kecil yang dijadikan lokasi bongkar muat oleh para pemilik kapal cepat menuju lombok, selama ini luput atau nyaris tidak dilakukan pemeriksaan serta pengawasan dari aparat syahbandar di Bali.

Kondisi itu sangat menguntungkan bagi pelaku penyelundupan / pengedar narkoba dalam mendistribusi barang pesanan, terlebih di tiga gili juga tidak dilakukan pemeriksaan barang / penumpang setelah tiba dari Bali. Pengakuan Bashrin, Salah seorang pemilik Kapal Cepat rute Benoa - Tiga Gili kepada Portal Entebe menyatakan, selama melayani penyeberangan Fast Boat, banyak pengusaha dan orang di Bali yang menitipkan paket barang yang terbungkus rapi seperti paket Minuman Import tanpa label Bea Cukai.

“Di Bali tak pernah ada pemeriksaan barang oleh petugas. Biasanya ada aja orang yang menitip barang bentuk box dan paket berbungkus rapi seperti minuman berkelas tapi tak ada label bea cukainya. Yang punya hanya bilang, nanti ada yang ambil di Gili,” ungkap Bashrin.

Terkadang ada juga berupa bungkusan yang terlihat aneh tanpa keterangan yang membuat ia curiga mungkin berisi Narkoba seperti Ganja dan sebagainya. Bahkan ditegaskan Bashrin, untuk paket barang seperti itu, sang pemilik di Bali rela membayar ongkos kapal lebih dari tarif yang telah ditentukan. “ Ya, walau kita sering merasa curiga, tapi kita tetap angkut barang titipan itu, apalagi dengan ongkos lebih yang ditawarkan pemilik paket,” tambah Bashrin.

Terhadap situasi tanpa pemeriksaan pengamanan itu, pengusaha wisata Asli lombok utara itu mengaku prihatin sekaligus menyayangkan tidak adanya upaya preventif pihak Kantor Pelayaran (Syahbandar) termasuk pemprov NTB/pemda lombok utara. Karena menurutnya lemahnya pengamanan jalur Bali-Lombok, selain memperbesar jaringan peredaran Narkoba juga berpotensi menjadi jalur penyebaran penyakit HIV/AIDS.(man).
GENERAL CONTRACTOR

0 komentar "RUTE BALI-LOMBOK RAWAN PENYELUNDUPAN ", Baca atau Masukkan Komentar

Poskan Komentar