

LOMBOK BARAT-Ribuan
massa menyerbu Polsek Kediri, Kabupaten Lombok Barat NTB, Minggu
(21/10) sore. Menyusul tertangkapnya seorang pria yang dicurigai sebagai
salah satu anggota sindikat penculikan anak yang beberapa minggu
terakhir menjadi isu hangat diperbincangkan masyarakat.
Akibatnya, Polsek Kediri hancur. Seorang pria misterius yang dituduh
anggota sindikat pencuri anak juga tewas setelah dihakimi massa yang
beringas di Kantor Polisi.
Peristiwa tragis yang menelan korban itu berawal sesaat setelah warga Desa Gersik, Kediri, menangkap seorang pria dengan gelagat mencurigakan.
"Pas anak saya teriak langsung saya bangun. Terus orang itu lari dan
dikejar sama warga", tutur Jalal, warga Desa Gersik yang menjadi saksi
awal penangkapan orang misterius tersebut.
Sementara itu, Hj. Martini, seorang ibu rumah tangga warga Dusun Gersik,
mengaku curiga dengan kedatangan pria asing yang berpura-pura menjadi
pengemis disalah satu rumah warga. "Matanya lirik sana sini. Terus dia
bawa karung dan terus dia liat anak saya. Kalo memang dia pengemis kan
biasanya pengemis itu ucap salam dulu tapi ini diam aja terus
langsung masuk dan duduk dirumah orang", ungkapnya berapi-api. Ia juga
mengaku khawatir dengan isu penculikan anak yang marak beredar ditengah
masyarakat. "Iya kan banyak isu-isu saya dengar dari orang-orang. Anaknya
dimasukin kedalam karung", lanjutnya.
Pria misterius itu lalu dibawa ke Polsek Kediri. Mengetahui hal itu,
sekelompok warga yang merasa keberatan dengan diserahkannya orang yang
dicurigai anggota penculik anak itu langsung mendatangi Kantor Polisi.
Namun ternyata, kedatangan ratusan warga yang emosi itu berhasil
memancing ribuan warga lainnya untuk datang ke Polsek.
Entah darimana awalnya, tiba-tiba emosi warga tidak bisa terbendung.
Terlebih saat sejumlah anggota Polisi berusaha menghalangi warga yang
ingin mengeluarkan korban dari dalam sel untuk dihakimi beramai-ramai.
Batu melayang, atap Polsek hancur, kaca jendela pecah dilempar batu dan
kayu. Beberapa kali hampir terjadi baku hantam antara warga yang emosi
dengan warga lain yang berusaha meredam.
Sementara itu dari belakang bangunan sel, warga terus berusaha menemukan
seorang pria yang dicurigai penculik anak yang saat itu diamankan
didalam sel. Warga merusak tembok dan atap bangunan Polsek. Selain itu
sejumlah warga dengan membawa batu dan kayu langsung melompat kedalam
sel. Sontak, korban yang saat itu terjebak tewas ditangan massa yang
beringas.
Anehnya, meski korban sudah tewas namun massa yang emosi terus
menghempas tubuh dan kepala korban menggunakan kayu dan batu. Mayat
korban yang kondisinya sudah hancur bersimbah darah itu kemudian diikat
dengan tali dan diseret ketengah jalan raya. Karena kalah jumlah, Polisi
tidak berdaya menghadapi ribuan warga yang beringas.
Kapolsek Kediri, AKP Burhanudin, menyesalkan tindakan massa yang main
hakim sendiri. Padahal pihaknya baru saja mengamankan korban dan belum
sempat diperiksa. "Kita kan belum apa-apakan korban itu tiba-tiba datang
massa dan orang itu tewas", sesalnya.
Kapolsek juga mengaku belum
mendengar tentang adanya isu penculikan anak yang saat ini tengah
menghangat ditengah masyarakat. "Saya belum pernah sampai sekarang
mendengar isu itu pak. Sejauh ini belum ada fakta-fakta tentang itu",
tandasnya. (Lan)
Title : BUNTUT ISU PENCULIKAN ANAK,POLSEK KEDIRI DISERBU,SATU TEWAS
Description : LOMBOK BARAT -Ribuan massa menyerbu Polsek Kediri , Kabupaten Lombok Barat NTB, Minggu (21/10...