Logo BPPD NTB

SATPOL PP KOTA MATARAM SITA 40 LITER TUAK

Diposkan oleh Label: di
MATARAM - Satpol PP Provinsi NTB Bersama Sat Pol PP Kota Mataram menggelar operasi miras di sejumlah titik perbatasan Kota Mataram dengan Lombok Barat, Selasa (17/07).

Diantaranya, di perbatasan Kelurahan Sayang-Sayang dengan wilayah kecamatan Gunung Sari, perbatasan Kelurahan Selagalas dengan Kecamatan Lingsar dan perbatasan kelurahan Bertais dengan Kecamatan Narmada.

Ketiga wilayah kecamatan Lobar ini dinilai menjadi pemasok miras tradisional jenis tuak ke Kota Mataram selama ini. Sehingga di setiap perbatasan anatara kedua daerah itu, petugas menggelar operasi untuk mengamankan para pemasok. ‘’Kita gelar operasinya di tiga titik,’’ terang Kasat Pol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar, kepada wartawan.

Dari ketiga titik tersebut, lanjutnya, pihaknya hanya berhasil mengamankan sebanyak dua jeriken tuak di perbatasan Sayang-Sayang. Sementara untuk dua titik, anggotanya sama sekali tidak menemukan barang bukti. ‘’Hanya dua jeriken di satu titik saja,’’ tandasnya.

Ditambahkan Kasi Opdal Sat Pol PP Kota Mataram, Bambang Eko Yudarminto, dari tiga titik itu, anggotanya berhasil menangkap dua jeriken tuak berkapasitas 30 liter. Tapi dari isi jeriken itu hanya 40 liter dengan masih-masing 20 liter perjeriken. ‘’Pemiliknya berinisial IGP,’’ cetusnya.

Menjelang bulan puasa ini, pihaknya memang tengah menggencarkan razia hingga akhir lebaran ketupat mendatang. Karena dengan adanya pemasok dari luar, maka secara otomatis akan mengundang masyarakat untuk mengkomsumsi miras tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menggelar razia secara intensif di sejumlah titik. ‘’Termasuk para pedagangnya akan kita razia,’’ ujarnya.

Soal pemasok tuak yang datang dari Lobar, Bambang akan segara berkoordinasi dengan Pol PP provinsi dan Lobar. Jika Pol PP Lobar setuju, maka pihaknya akan menggelar razia dari tiga kesatuan itu secara serentak. ‘’Jadi antara yang masyarakat mengkomsi dan memasok sama-sama turun,’’ celetuk pria berambut ikal itu.

Ditambahkannya, dengan razia rutin mengamankan para pemasok ini, maka secara otomatis miras akan langka. Dengan begitru, maka harga miras akan naik sehingga jarang masyarakat yang mau beli. ‘’Ini tujuan kita sebenarnya,’’ bebernya.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengungkapkan, jika pemkot akan gencar menggelar razia miras sebelum puasa. Jangan sampai ada masyarakat yang terganggu dengan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan itu.

Saat bulan puasa juga, pihaknya akan tetap menggencarkan razia kepada warung makanan, agar tidak membuka di siang hari. ‘’O, kita akan gencarkan razia miras sebelum bulan puasa ini,’’ kata Ahyar kepada Radar Lombok, belum lama ini.(pik).
GENERAL CONTRACTOR
Poskan Komentar

Back to Top