Calon Independen Perlu Tampil Dalam Pilkada Serentak NTB 2018
Portalentebe.com - Dalam Pilkada serentak NTB 2018 calon independen perlu tampil dan maju untuk mendinamisasi kontestasi ini agar publik melakukan penilaian terhadap semua pasangan calon diajang pesta demokrasi tersebut. Selain itu dengan munculnya calon independen, ajang pilkada serentak di NTB nantinya dapat dijadikan referensi dalam memahami arah kecenderungan pemilih terhadap pasangan calon yang nantinya memperoleh suara terbanyak.

"Dari sisi politik, jika nanti di beberapa wilayah calon independen dominan memenangi pilkada ini, maka itu ajang kritik oto kritik buat partai agar membenahi program-program kerjanya dibasis," ujar Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto,SH melalui siaran pers yang diterima redaksi.

Lebih jauh Didu, panggilan akrabnya mengatakan tampilnya calon independen ini sebagai alternatif terhadap pasangan calon yang tidak di endors oleh partai politik dengan berbagai pertimbangan. Sehingga meskipun ada banyak calon yang memiliki kapasitas dan track record yang baik belum nanti bisa maju lewat jalur partai.

"Nah jalur independen ini sesungguhnya dihajatkan oleh negara untuk memfasilitasi calon pemimpin di daerah yang potensial tapi tidak dapat maju lewat jalur partai," sambung mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini sembari menambahkan calon independen yang akan maju nantinya harus memiliki visi dan misi yang jelas agar publik bisa memahami secara paripurna.

Selain itu M16 mengapresiasi terhadap mulai munculnya calon independen dalam pilkada serentak di NTB seperti calon independen untuk Pilkada kota Bima 2016 yakni pasangan Subhan dan Imam.

"Ini salah satu trend positif untuk proses demokratisasi yang baik dalam rekruitmen pemimpin di daerah," ungkap Didu didampingi Sekretaris M16, Lalu Athari Fath Salim.

Dan yang tidak kalah pentingnya, sambung Didu, calon independen tersebut harus mampu membuktikan dirinya memiliki kapasitas dan kredibilitas yang baik dengan program-program kerja yang ditawarkan kepada publik.

"Sembari memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan UU, calon-calon independen penting membuka akses seluas-luas kepada pemilih serta melakukan komunikasi-komunikasi secara intensif kepada masyarakat di semua strata sosial," tambah Didu.

Sekretaris M16, Lalu Athari menambahkan dalam waktu dekatnya ini M16 akan melakukan serangkaian kegiatan yang terkait dengan Pilkada seperti diskusi kamisan, debat publik, dan lain lain guna memberikan pencerahan pemikiran dan edukasi politik kepada publik.

"M16 secara lembaga tetap netral dalam proses politik yang terkait Pilkada, tapi secara personal orang-orang Mi6 boleh terlibat mendukung pasangan calon dalam Pilkada serentak NTB dimanapun," pesan Athar sembari menegaskan bahwa keterlibatan secara personal orang-orang M16 dalam Pilkada ini harus dimaknai sebagai bentuk kepedulian dalam menyukseskan Pilkada yang damai dan berkualitas. (*/Red)

KCC Agendakan Diskusi Tangkal Radikalisme
Portalentebe.com - Lembaga Konsorsium Community Center Lombok Utara (KCC) akan menggelar diskusi public membahas isu radikalisme. Diskusi publik itu akan digelar di aula Kantor Bupati Lombok Utara pada 30 Januari 2017 dengan tema "Strategi Menangkal Masuknya Pengaruh Radikalisme Teroris Di Kalangan Pemuda dan Pesantren".

"Sekitar 100 peserta dari kalangan pimpinan pondok pesantren, LSM, dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya akan kita undang untuk mengikuti kegiatan diskusi mendatang, Kita juga akan menghadirkan 4 narasumber dari berbagai kalangan, diantaranya Kemenag, Kesbangpol, tokoh agama, dan dari FKUB," ungkap Direktur KCC Lombok Utara, Marianto.

Marianto menilai diskusi publik untuk membedah tema ini sangat penting dilakukan karena melihat persoalan yang saat ini terjadi , sehingga diharapkan ke depan dapat mengubah pola pikir menjadi lebih baik terhadap masyarakat. Diskusi ini, menurutnya perlu dilakukan agar ke depan tidak salah dalam bertindak.

Pria yang akrab disapa Anton ini memandang saat ini umat Islam di wilayah NTB khususnya Lombok Utara, menghadapi dua tantangan yang harus mendapat solusi terbaik, yakni kecenderungan bersikap ekstrem dan ketat dalam memahami agama dan kecenderungan bersikap longgar dalam beragama dan tunduk pada prilaku peradaban lain.

Ia juga memandang berbagai stigma dilekatkan kepada Islam dan umat Islam seperti Islam diidentikkan dengan kekerasan, terorisme, fundamentalisme, radikalisme dan sebagainya. “Tentu bukan demikan dan harus diluruskan dengan baik,” singkatnya.

Menurutnya, lembaga pendidikan pesantren kerap menjadi sorotan atas kasus demikian, sehingga menjadi tantangan ke depan dalam upaya mereduksi tumbuhkembangnya radikalisme teroris di wilayah NTB, khususnya Lombok Utara demi terwujudnya situasi yang aman dan nyaman.

Dengan diskusi publik ini, kata Anton, ke depan dapat memetakan dan mengurai potensi ancaman radikalisme terorisme di Kabupaten Lombok Utara. "Peran Pesantren serta Toga dan Toma dalam mereduksi ancaman radikalisme, teroris di Lombok Utara perlu juga ditingkatkan," jelasnya. (*/Red)

Portalentebe

{picture#http://4.bp.blogspot.com/-ebfnU9-tnGY/V16-WvSR1dI/AAAAAAAATZs/1yRkGqRsi58uxjQptGc8unuDTIbhoMXOgCPcB/s1600/logo200x150.png} Portal berita dari NTB terkait info bisnis ekonomi kesehatan opini pendidikan polhukam sosial budaya dan wisata {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com}
Diberdayakan oleh Blogger.