Polhukam

Cute

kesehatan

serba-serbi

WISATA

Portalentebe.com – Walikota Mataram H. Ahyar Abduh didampingi Wakil Walikota H. Mohan Roliskana dan Ketua Dewan Kota Mataram H. Didi Sumardi melepas Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Mataram tahun pemberangkatan 2016 kelompok terbang (kloter) 02 Embarkasi Lombok yang merupakan kloter utuh Kota Mataram. Pelepasan JCH untuk kemudian diantar menuju Asrama Haji Nusa Tenggara Barat ini dilaksanakan di Halaman Kantor Walikota Mataram pada Selasa (23/8/16) diramaikan oleh kehadiran keluarga para JCH yang ingin melepas anggota keluarga masing-masing untuk menjalankan Rukun Islam kelima.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H. Burhanul Islam mengatakan, total JCH asal Kota Mataram tahun pemberangkatan 2016 berjumlah 542 orang dengan rentang usia yang termuda 18 tahun sampai yang tertua berusia 88 tahun. Rombongan pertama yang diberangkatkan ini akan bertolak ke Tanah Suci pada Rabu tanggal 24 Agustus 2016 pukul 14.25 WITA. Menurut perkiraan, jamaah ini akan kembali ke Kota Mataram pada tanggal 2 Oktober 2016. Keseluruhan JCH telah lengkap mendapatkan vaksinasi berupa vaksinasi meningitis dan influenza, ditambah asupan vitamin dan pembagian masker.

Persiapan kesehatan yang lengkap tersebut lanjut Burhanul, sangat penting untuk mengantisipasi suhu ekstrim di Tanah Suci yang kabarnya mencapai 45-50 derajat celcius. Selain dibekali dengan vaksinasi, vitamin, dan masker, untuk dapat beradaptasi dengan suhu setempat diharapkan jamaah juga mengantisipasi dengan sedapat mungkin menghindari terik matahari, memanfaatkan sebaik mungkin spray air, minum sebanyak mungkin air putih untuk menghindari kondisi dehidrasi, dan selalu memakai alas kaki dalam menjalankan aktivitas ibadahnya agar kaki tidak mengelupas karena suhu panas yang cukup ekstrim. “Pesan Kementerian Kesehatan pusat, maksimalkan penggunaan alas kaki kalau beraktifitas diluar pondokan”, ungkapnya.

Sementara dikatakan oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam sambutannya sesaat sebelum melepas JCH Kota Mataram secara resmi, segala kemungkinan dan antispasi yang telah disampaikan oleh Kepala Kemenag Kota Mataram sebaiknya menjadi perhatian para jamaah. Walikota juga berpesan agar para jamaah menghindari kemudharatan dengan memaksakan diri mengikuti ibadah tanpa mengindahkan kesiapan secara fisik. Selain itu Walikota menitip pesan bagi para jamaah untuk tidak lupa mendoakan Kota Mataram agar selalu terjaga dan berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa. “Semoga perjalanannya membawa keimanan dan ketakwaan, mendapatkan perlindungan dari Allah, sehat walafiat, dijauhkan dari bala dan musibah, melaksanakan ibadah dengan sempurna, kembali ke tengah keluarga, melaksanakan tugas lagi seperti sediakala dengan membawa haji yang mabrur”, tutupnya.

Dari total 542 orang JCH asal Kota Mataram untuk tahun pemberangkatan 2016 terdiri 258 orang jamaah laki-laki dan 384 orang jamaah perempuan. Sesuai dengan pembagian kloter dengan panitia Provinsi NTB, JCH asal Kota Mataram terbagi dalam satu kloter utuh dan tiga kloter campuran. Selain 355 orang yang berada diKolter 02 yang merupakan kloter utuh, selanjutnya akan diberangkatkan 45 orang JCH Kota Mataram yang tergabung dalam Kloter 05 bersama jamaah asal Lombok Tengah dan akan dilepas pada tanggal 28 Agustus 2016. Menyusul kemudian 129 JCH di Kloter 10, yang akan dilepas secara bersamaan pada tanggal 4 September 2016 dengan 16 orang JCH Kota Mataram yang ada di Kloter 11. Dalam Kloter 10, JCH Kota Mataram tergabung dengan jamaah asal Lombok Timur, Lombok Tengah, dan KLU. Sedangkan dalam Kloter 11, JCH Kota Mataram akan berangkat bersama rombongan dari Lombok Barat serta bergabung pula dengan jamaah asal Provinsi Sulawesi Selatan. (*/Red)
Portalentebe.com – Walikota Mataram H. Ahyar Abduh pimpin pertemuan dengan Tim Penilai dari Kementerian Perhubungan terkait Pemaparan Penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2016. Pertemuan dilaksanakan di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram pada Selasa (23/08/16), yang selain dihadiri oleh ketua serta anggota Tim Penilai didampingi tim dari provinsi dan akademisi, juga dihadiri oleh segenap jajaran Dinas Perhubungan Kota Mataram, Kepala SKPD terkait, Camat-Lurah, anggota Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta para pemerhati dan mitra lalu lintas di Kota Mataram.

Mengawali pertemuan, Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Mataram Mahfudin Noor mewakili Kepala Dinas Komnifo Kota Mataram melaporkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dalam pemaparan tersebut merupakan penilaian yang ketiga yang menilai komitmen atau political will dari Pemerintah Daerah dalam pengembangan transportasi perkotaan. Setelah penilaian pertama terkait administrasi yang sudah terselesaikan dan penilaian kedua mengenai teknis operasional tengah berjalan. “Tahun 2014 kita dapat plakat penghargaan Tata Nugraha, tahun 2015 kita sudah dapat piala dari Presiden dengan indikator paling baik. Mudah-mudahan 2016 ini kita dapat mempertahankan piala”, harapnya.

Sementara dalam paparan yang disampaikan oleh Ketua Tim Penilai Sulistyo Sutanto, untuk tahapan penilaian yang ketiga ini pihaknya mengamati berbagai hal terkait denagn perencanaan, regulasi, pendanaan, kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), program unggulan, dan koordinasi antar stake holders dalam kaitannya dengan pengembangan transportasi perkotaan di Kota Mataram. Khusus dalam hal sarana angkutan umum menurut Sulistyo, pemerintah dalam semua level wajib menjamin adanya angkutan umum, prasarana atau fisik jalan, fasilitas lalu lintas alam hal ini terkait perlengkapan jalan seperti marka, rambu, dan trotoar, serta pelayanan transportasi terhadap masyarakat. Di Kota Mataram sendiri akan segera dibangun BRT (Bus Rapid Transit) atau moda transportasi semacam busway untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan alat transportasi umum. “Tahap-tahap awal memang perlu kerja keras”, ujarnya kepada Walikota.

Komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam hal lalu lintas dan transportasi dikatakan oleh Walikota Mataram sangat tinggi. Setelah mendengarkan pemaparan yang disampaikan tim penilai, Walikota memasstikan komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk dapat melengkapi fasilitas-fasilitas yang menjadi kekurangan selama ini. Wahana Tata Nugraha merupakan satu target yang harus dipertahankan, setelah delapan tahun menunggu sejak penghargaan Wahana Tata Nugraha digulirkan oleh Pemerintah Pusat. Namun perolehan piala bukan merupakan hal yang paling penting. Jauh lebih penting dari itu adalah komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Perkembangan Kota Mataram lanjut Kota Mataram sudah sedemikian rupa. Peningkatan jumlah penduduk yang sejalan dengan peningkatan pendapatan di kalangan masyarakat mengakibatkan jumlah kendaraan meningkat pesat, yang tentu saja akan berimbas pada peningkatan kebutuhan fasilitas transportasi. Namun dipastikan Walikota, dalam lima tahun belakangan semua jalan nasional di Kota Mataram telah dalam kondisi sangat baik. Tinggal jalan lingkungan yang baru mencapai 82 persen dan akan diselesaikan pada tahun ini juga. Salah satu prioritas yang juga masuk dalam visi misi dan telah dituangkan dalam RPJMD Kota Mataram adalah pembangunan di bidang angkutan jalan raya. “Khusus di transportasi akan kami siapkan dana secukupnya sesuai kemampuan, tapi yang pasti akan meningkat. Saya sangat mencermati paparan dalam ekspose tadi, akan kita perbaiki semua”, tutupnya. (*/Red)